Pahami 5 Gejala Usus Buntu

Setiap manusia pasti pernah merasakan sakti perut dan diare setidaknya sekali dalam ke seharian kehidupan kita. Akan tetapi , walaupun tidak sering , radang usus buntu atau yang di sebut apendisitis juga cukup sering ditemui.

Bila tidak segera di tangani, radang usus buntu dapat membuat usus pecah dan menyebarkan berbagai kuman ke dalam rongga perut. Hal ini dapat membahayakan jiwa penderitanya.

Meski tidak semua kasus usus buntu akan membuat usus robek, akan tetapi semakin lama tidak diobati, maka semakin besar resikonya apabila usus sudah robek.Untuk mengetahui gejala apendisitis sejak dini sangatlah penting. Akan kami uraikan beberapa gejala usus buntu yang perlu kita waspadai,

Dan Segera mencari pertolong medis apabila kita mengalami gejala ini.

 

Sakit Perut yang Lebih Hebat Daripada Sakit Biasanya

Apendisitis biasanya akan menyebabkan sakit perut hebat yang menjalar dari pusar ke perut bagian kanan bawah. Namun, bukan berarti bila kita mengalami gejala ini, usus buntu akan segera pecah. Lebih baik, untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan USG perut atau CT scan perut.

Ada beberapa kasus, sakit perut yang dirasakan penderita apendisitis dapat berbeda. jika perut kita terasa nyeri saat kita berjalan, batuk, atau karena guncangan saat berada berkedaraan; hal ini dapat merupakan tanda bahwa dinding perut kita sudah meradang. Pada keadaan ini, usus buntu kita sudah hampir robek atau mungkin sudah pecah.

Mual, Muntah, dan Tidak Nafsu Makan

Saat kita mengalami mual, muntah, dan tidak nafsu makan; kita mungkin hanya mengalami flu perut dan tidak semua penderita apendisitis mengalami gejala ini. Akan tetapi, bila kita mengalami gejala ini dan sakit perut hebat; segera periksakan diri kita ke seorang dokter. Peradangan pada usus buntu kadangkala dapat mempengaruhi bagian lain dari saluran pencernaan dan menyebabkan terjadinya mual dan muntah.

Menjadi Lebih Sering Buang Air Kecil

Pada beberapa orang, usus buntu terletak lebih rendah daripada orang lainnya, yaitu sangat dekat dengan kandung kemih. Bila usus buntu ini meradang, maka kandung kemih juga akan meradang dan teriritasi. Akibatnya, orang tersebut pun akan merasa ingin terus buang air kecil dan merasa nyeri saat berkemih. Karena hal ini juga dapat merupakan gejala dari infeksi saluran kemih, maka perlu dilakukan pemeriksaan air kemih untuk memastikannya.

Demam dan Menggigil

Demam dan menggigil menandakan bahwa ada peradangan pada suatu bagian tubuh kita. Jika usus buntu kita meradang, maka tubuh kita akan melepaskan sejumlah zat kimia untuk “membunyikan” tanda bahaya dan melawan infeksi yang terjadi, yang dapat menimbulkan rasa nyeri lokal, demam, dan menggigil. Jadi, bilamana kita mengalami sakit perut atau demam keadaan menjadi semakin memburuk, segera periksakan diri kita ke seorang dokter.

Kesadaran Menurun

Jika kita mulai merasa bingung atau mengalami disorientasi, maka hal ini merupakan tanda bahwa infeksi di dalam tubuh kita sudah semakin memburuk dan mungkin sudah mulai memasuki aliran darah kita (sepsis), yang dapat berakibat fatal.

Hal ini bukan berarti infeksi sudah menyebar hingga ke otak, akan tetapi karena infeksi sudah sangat berat, maka tubuh pun memerlukan lebih banyak oksigen untuk melawan infeksi, sehingga oksigen yang masuk ke dalam otak akan berkurang, yang membuat otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Segera cari pertolongan medis bila kita mengalami hal ini.

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *