Menengok Tempat Pembantaian Milik ISIS di Irak

Sabung Ayam Online – kembali ke Kota Mosul untuk kali pertama setelah perang melawan ISIS berakhir delapan bulan lalu. Peringatan: beberapa foto sangat sadis. Harap ditonton secara hati-hati.

Meski kehidupan boleh jadi kembali normal di bagian timur kota, di sisi seberang sungai—tempat pertempuran paling intens—skala pembangunan ulang yang harus dilakukan besar sekali. Menurut estimasi, masih ada 8 juta ton puing-puing konflik yang perlu dipindahkan sebelum rekonstruksi bisa dimulai; setara dengan tiga kali ukuran Piramida Besar di Mesir. Sekitar 75 persen puing-puing itu berada di West Mosul, bercampur dengan banyak persenjataan yang belum diledakkan sampai-sampai para ahli menyatakan bahwa inilah salah satu tempat paling terkontaminasi di bumi.

Di Old City, dulunya pertahanan terakhir ISIS, para penghuni perlahan mulai kembali—sebagian pemilik bisnis yang berharap dapat merenovasi kios-kios mereka, dan keluarga-keluarga yang tak punya pilihan lain selain tinggal di rumah mereka yang rusak parah. Sebagian tangki air sudah diisi dan kabel-kabel listrik sudah disambung di sepanjang jalan untuk sementara waktu. Meski demikian, tempat ini terasa terlantar, dan beberapa bagian tertentu tampak sama-sama saja dengan saat pertempuran baru usai.

Delapan bulan telah berlalu, namun ratusan atau bahkan ribuan mayat masih terhimpit di bawah puing-puing, menambah kepedihan para keluarga yang sudah kembali.

Mayat-mayat yang membusuk utamanya adalah pasukan ISIS atau keluarga mereka, karena banyak mayat-mayat warga sipil non-ISIS sudah dipindahkan dan diakui oleh keluarganya atau pekerja pertahanan sipil. Mayat-mayat yang tersisa berisiko merusak kesehatan, tapi hampir tak ada yang mau berurusan dengan mereka, dan memindahkan mereka amat berisiko mengingat persenjataan yang belum meledak tersebar di seluruh area. Namun, kelompok-kelompok relawan berkunjung ke rumah-rumah dan melaksanakan tugas berbahaya tersebut setiap hari.

Satu tim relawan dipimpin oleh Sroor al-Hosyani, mantan perawat berusia 23 tahun. Banyak anggota grupnya berusia lebih muda lagi; sebagian adalah mahasiswa kedokteran, namun sebagian besarnya tidak punya pelatihan formal untuk menangani mayat-mayat. Sejauh ini, mereka telah memindahkan dan membungkus 350 mayat. Mereka memasukkan mayat-mayat itu ke dalam plastik jenazah berwarna putih sehingga truk-truk bisa dengan mudah mengangkutnya, dan menempelkan label yang menjelaskan kemungkinan peledak ditemukan bersamaan dengan mayat.

https://www.youtube.com/watch?v=QDGOf_wIOqk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *